Kata-Kata Ilmiah Terbaru

 



  1. Aksi :Tingkah laku yang bertujuan atau yang menyangkut orang lain.
  2. Identifikasi :Menerima kepercsyssn dan nilai-nilai orang atau kelompok lain sebagai milik sendiri.
  3. Imitasi :Meniru tngkah laku orang lain.
  4. Simpati :Merasa diri seolah-olah dalam keadaan orang lain dengan mengikuti yang di lakukan, diakui, atau di derita orang lain.
  5. Sugesti :Pemberian pandangan atau anjuran untuk di terima orang lain tanpa berpikir panjang.
  6. Incest :Hubungan seksual yang terjadi antara dua orang yang mempunyai hubungan darah atau keluarga.
  7. Kelaziman (folkways) : Norma dengan sanksi lemah.
  8. Mode (fashion) :Inofasi yang mendapat persetujuan publik.
  9. Mores :Norma-norma dengan sanksi yamg berat walaupun tidak formal.
  10. Sekulerisme :Pandangan yang berpendirian bahwa moralitas tidak perlu didasarkan pada agama.
  11. Social engineering :Rekayasa sosial, yaitu konkretisasi atau perwujudan dari sistem nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.
  12. Style :Gaya atau cara hidup.
  13. Tindakan preventif :Usaha pencegahan agar tidak terjadi gangguan pada keserasian antara kepastian dan keadilan.
  14. Tindakan represif :Usaha mengembalikan keserasian yamg terganggu akibat perilaku menyimpang.
  15. Agresif :Tindakan yang bersifat aktif dan menyerang.
  16. Akomodasi :Perpaduan antara kerja sama dan posisi atau mempengaruhi perubahan guna memperkecil konflik.
  17. Asosiatif :Suatu proses yang mengarah kepada suatu kerja sama.
  18. Bergaining :Pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa antara dua orang atau lebih.
  19. Disosiatif :Suatu perjuangan melawan seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.
  20. Estetika :Keindahan.
  21. Etika :Kesusilaan atau moral.
  22. Join Venture :Kerja sama (kerja patungan) dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu.
  23. Koalisi :Gabungan antara dua orang atau lebih dengan tujuan untuk memperkuat diri.
  24. Kondusif :Menghasilkan, menguntungkan, mendukung.
  25. Koperasi :Rangkaian interaksi atau jaringan interaksi untuk mencapai tujuan-tujuan umum atau kerja sama.
  26. Seansitif :Peka, cepat tanggap.
  27. Afektif :Berhubungan dengan perasaan, sikap dan cinta.
  28. Egosentris :Tindakan individu yang mementingkan diri sendiri.
  29. Emansipasi :Usaha untuk melepaskan diri dari pengekangan, baik ruang gerak atau kemampuan inteligensi agar dapat berkembang lebih lanjut.
  30. Fantasi :Gambaran berdasarkan hayalan atau angan-angan.
  31. Group :Kelompok atau orang banyak yang berinteraksi secara kooperatif.
  32. Heredilitas :Ciri warisan orang tua yang melekat pada keturunannya.
  33. Kriminal :Perbuatan kejahatan.
  34. Kognitif :Berhubungan dengan pengertian, pengetahuan.
  35. Mentalitas :Keadaan, kapasitas dan aktifitas jiwa serta akal manusia.
  36. Otoriter :Kekuasaan yang sah yang dimiliki dengan persetujuan dari mereka yang terlibat.
  37. Persepsi :Pendapat, pandangan.
  38. Anomie :Ketiadaan nilai-nilai umum atau kaidah dalam masyarakat sebagai pegangan.
  39. Deviant :Individu yang cenderung melakukan penyimpangan atau pelanggaran norma.
  40. Deviasi :Penyimpangan terhadap nilai-nilai dan norma-norma.
  41. Inovasi :Penerimaan tujuan-tujuan kultur oleh individu sembari menolak alat-alat kelembagaan masyarakat.
  42. Konformitas :Tindakan yang sesuai dengan norma yang berlaku.
  43. Patologi :Ilmu yang mempelajari tentang pemyakit yang menyimpang.
  44. Ritualisme :Penerimaan cara-cara yang diperkenalkan secara kultur namun menolak tujuan-tujuan kebudayaan.
  45. Sub Kebudayaan :Budaya yang membedakan suatu kelompok dengan kelas masyarakat, atau kebudayaan suatu kelompok yang berbenturan dengan kebudayaan yang dominan.
  46. Temporer :Bersifat sewaktu-waktu, tidak terus-menerus.
  47. White Collar Crime :Perilaku menyimpang (kejahatan) yang dilakukan seseorang yang memiliki setatus dan tangguang jawab sosial tinggi (kejahatan kerah putih).
  48. Hirarki :Sruktur masyarakat yang terdiri dari tingkat-tingkat yang tidak sederajat. Masing-masing tingkat membentuk kelas sosial yang memiliki wewenagnya sendiri-sendiri. Tingkat atau kelas sosial atau memiliki wewenag mengatur tingkat atau kelas sosial dibawahnya.
  49. Prestise :Wibawa berkenaan dengan prestasi, kemampuan, ataupun kedudukan seseorang. Prestise seseorang di ukur dari pengakuan sosial serta penghargaan masyarakat terhadap kewibawaanya.
  50. Sanksi :Tindakan yang dikenakan pada seseorang atas pelanggarannya terhadap norma atau hukum tertentu. Sanksi bisa berwujud teguran dan hukuman.
  51. Simbol :Sesuatu yang menjadi lambang atau pengganti dari hal tertentu. Dengan adanya simbol, hal yang di lambangkan dihadirkan kembali.
  52. Subtansial :Berasal dari kata subtansi, yang berarti pokok atau jati diri sesuatu. Suatu hal dikatakan subtansi berarti hal tersebut menjadi jati diri (asas) bagi hal-hal lainya.
  53. Bilateral :Prinsip penentuan hubungan kekerabatan berlaku secara rangkap melaui garis kekerabatan ayah dan ibu.
  54. Diferensiasi :Proses pemerolehan hak-hak dan kewajiban yang berbeda berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan dan lain-lain.
  55. Klan :Kelompok kekerabatan yang berdasarkan asas keturunan unisversal.
  56. Matrilineal :Pertalian kelurga atau keturunan universal.
  57. Morfologi :Konfigurasi fisik suatu masyarakat.
  58. Patrilineal :Pertalian kelurga atau keturunan menurut garis ayah.
  59. Ras :Katagori individu secara turun temurun memiliki fisik dan biologis tertentu.
  60. Fenomena :Kenyataan atau kejadian yang hadir dihadapan kita yang dapat di tangkap oleh panca indera sekaligus dapat diterangkan serta di nilai secara ilmiah.
  61. Generasi :Sekelompok orang yang lahir dalam jangka waktu tertentu dalam satu garis keturunan tertentu.
  62. Intensitas :Keadaan (tingkatan ukuran) menghebat meninggi dan meningkat.
  63. Legitimasi :Pembenaran atau pengakuan umum terhadap suatu lembaga, kedudukan, bisa juga pola perilaku yang di anggap paling wajar bagi suatu masyarakat.
  64. Social Circulation :Derajad perubahan keanggotaan suatu kelompok dengan tetap mempertahankan pola dinamika kelompok yang bersangkuatn. Dapat juga diartikan sebagai gerak individu dari suatu kelompok ke kelompok lain.
  65. Stabilitas Sosial :Kemantapan masyarakat yang diwarnai oleh keseimbangan antara berbagi kepentingan warga masyarakat beserta nilai atau norma sosial yang berlaku.
  66. Afeksi :Perasaan yang bersumber dari gejala emosi.
  67. Custom :Tata kelakuan yang lebih kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat.
  68. Demostik Institution :Pranata yang berfungsi memenuhi kebutuhan keluarga.
  69. Economic Instutition :Pranata yang berfungsi menghasilkan barang dan jasa.
  70. Folk Ways :Norma dengan saksi lemah.
  71. Internalized :Proses pembudayaan norma-norma dalam pribadi anggota masyarakat.
  72. Identitas Moral :Keadaan atau kepribadian yang berdasarkan mental yang baik menurut agama dan nilai masyarakat.
  73. Kohesi Sosial :Hubungan sosial.
  74. Mores :Norma-norma dengan sanksi berat.
  75. Politic Instutition :Pranata yang memiliki monopoli kekuasaan yang bersifat sah.
  76. Pranata/Institution :Suatu sistem norma khusus yang menata suatu rangkaian tindakan berpola mantap guna memenuhi suatu keperluan khusus dari manusia dalam kehidupan masyarakat.
  77. Religion Instutition :Pranata yang berfungsi memenuhi kebutuhan manusia yang berhubungan dengan Tuhan atau alam gaib.
  78. Scientific Institution :Pranata yang berfungsi memenuhi keperluan ilmiah manusia.
  79. Usage :Tindakan yang dipelajari dari para anggota kelompok.  
Kata-Kata Ilmiah Terbaru 4.5 5 suka tidur Aksi :Tingkah laku yang bertujuan atau yang menyangkut orang lain. Identifikasi :Menerima kepercsyssn dan nilai-nilai orang atau...


4 komentar:

  1. saya sangat berterimakasih atas adanya blog ini...
    tapi saya juga mau tanya makna dari kata
    '' pedagogik ''

    BalasHapus
  2. Blognya bagus dan bermanfaat, sedikit masukkan yang pertama perlu tambahan kata-2 ilmiah yang berkembang dimasyarakat, misalnya globalisasi, akuntable, preventif, represif, pre-entif dll.
    yang kedua perlunya penataan (peng-editan) barisan kalimat jadi lebih terlihat rapi dan bisa terbaca.

    BalasHapus
  3. Blognya bagus dan bermanfaat, sedikit masukkan yang pertama perlu tambahan kata-2 ilmiah yang berkembang dimasyarakat, misalnya globalisasi, akuntable, preventif, represif, pre-entif dll.
    yang kedua perlunya penataan (peng-editan) barisan kalimat jadi lebih terlihat rapi dan bisa terbaca.

    BalasHapus
  4. terikasi yang membuat blog ini, dan saya mohon tolong ditambah

    terima kasih

    BalasHapus